Rabu, 27 Februari 2013

Pemrosesan Informasi

welcome to my blog. :)
ini postingan pertama saya, semoga tertarik semuanya.
enjoy....


Pemrosesan Informasi
Pendekatan : Perkembangan Memori

Pada masa kanak-kanak awal, anak-anak mulai mengembangkan efisiensi mereka dalam memproses informasi dan membentuk long-term memori. Akan tetapi, anak-anak masih belum bisa mengingat sebaik ingatan orang yang lebih dewasa. Anak-anak biasanya lebih fokus pada hala-hal yang tampak pada sebuah kejadian, yang gampang untuk terlupakan. Sedangkan orang dewasa lebih fokus pada penyebab dari apa yang terjadi.  Yang juga sering terjadi pada kanak-kanak adalah ketika mereka lupa kapan dan dimana situasi yang mereka hadapi itu terjadi. Hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan yang mereka milki.

Proses-Proses Dasar
Teori pemrosesan informasi mengemukakan bahwa memori itu mempunyai 3 tahap, yaitu encoding, storage, dan retrieval.
Encoding(pengkodean) adalah suatu proses pencatatan informasi dengan memberikan kode atau label pada informasi tersebut.
Storage (penyimpanan) adalah langkah selanjutnya dari encoding dimana informasi tersebut disimpan untuk digunakan.
Retrieval (penarikan kembali) adalah langkah akhir dimana informasi itu diakses atau pemanggilan kembali informasi yang tersimpan.
Teori pemrosesan informasi juga menggambarkan otak memuat 3 tempat penyimpanan informasi yaitu sensory memory, working memory, dan long-term memory.
Sensory memory adalah penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindra. Biasanya sensory memory ini pendek dan cepat menghilang dari ingatan.
Contohnya, suatu symbol ‘l’ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j, k. l, m; namun dalam kesempatan berbeda seperti l, 2, 3, 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi, atau memberikan makna; dalam hal ‘l’ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan, bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf, maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf, walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda; ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna, gerakan, suara, bau, suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. Namun karena keterbatasan kemampuan, kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja.
Working memory adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang. Kapasitas memori kerja ini sangat terbatas, dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. Satu nomor telepon sepanjang tujuh desimal dapat diingat oleh rata-rata manusia dewasa, namun hal yang berbeda bila disuruh untuk mengingat dua buah nomor telepon (14 desimal). Kita tidak dapat memanggil kedua nomor telepon tadi karena terbatasnya kapasitas memori kerja ini. Hal lainnya dari memori kerja ini adalah waktu yang digunakannya pun hanya sekitar 5 sampai 20 detik saja. Namun walaupun begitu waktu tersebut sangat cukup misalnya untuk mengingat dan memahami apa yang anda baca dalam bagian awal kalimat ini sebelum mencapai akhir kalimat. Tanpa adanya memori kerja, kita tidak bisa memahami susunan kata dalam satu kalimat dan gabungan antara kalimat yang berdekatan.
Long-term memory adalah tempat berbagai informasi disimpan dan dihubungkan dalam bentuk gambaran dan skema, suatu pola struktur data yang membuat kita bisa menggabungkan informasi kompleks yang sangat besar, membuat kesimpulan dan memahami informasi baru. Bila kapasitas memori kerja sangat terbatas, namun kapasitas memori jangka panjang dapat dikatakan hampir tak terbatas. Kebanyakan kita tidak pernah menghitung kapasitasnya, dan saat satu informasi secara aman sudah disimpan, akan tetap ada disana dalam waktu yang tak terbatas. Secara teoritis walaupun kita mampu untuk mengingat sebanyak yang kita mau namun tantangannya justru adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai keinginan. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam memori jangka panjang, dan informasi yang jarang dipakai biasanya akan makin sulit untuk ditemukan.

Recognition dan Recall
Rekognition dan Recall ini adalah 2 bagian dari tahap retrieval. Recognition adalah proses pemanggilan memori dengan meminta seseorang untuk dapat merekognisi sesuatu yang telah diberikan sebelumnya. Misalnya seseorang diminta menjawab apakah benda yang diperlihatkan padanya pernah dia lihat sebelumnya. Sedangkan recall adalah orang diminta untuk menyatakan sesuatu yang telah dia lihat atau dengar sebelumnya. Misalnya seseorang diperlihatkan sebuah benda yang pernah dia lihat sebelumnya kemudian memintanya untuk menjawab benda apa itu.
Biasanya anak-anak lebih mudah untuk merekognisi daripada melakukan recall.  Akan tetapi, semakin erat hubungan anak itu dengan benda tersebut , maka mereka akan semakin baik untuk melakukan proses recall tersebut.

Tipe Memori Anak-Anak
Anak-anak biasanya mengingat kejadian yang memiliki kesan yang kuat. Salah satu peneliti membagi 3 tipe memori anak-anak yang berbeda fungsinya yaitu generic memory, episodic memory, dan autobiographical memory.
Generic memory dimulai pada usia 2 tahun yang menghasilkan sebuah script , yaitu gambaran luas tentang kejadian yang berulang-ulang tanpa penjelasan detail dari tempat dan waktu kejadian. Script membantu anak-anak dalam melakukan sesuatu dan bagaimana mereka harus bertindak.
Episodic memory adalah jenis memori yang berhubungan dengan informasi pada waktu dan tempat tertentu, khususnya ingatan yang bersifat pribadi. Memori jenis ini bersifat teratur, contohnya kita bisa menceritakan detail percakapan, atau jalannya cerita dari satu film. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Anak-anak lebih mengingat dengan jelas hal-hal yang baru bagi mereka. Seperti seorang anak yang berumur 3 tahun yang dapat menceritakan dengan detail perjalanannya ke sirkus.
Autobiographical memory adalah ingatan tentang lingkungan atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita. Memori ini sifatnya tahan lama. Memori ini merupakan bagian dari episodic memory, namun tidak semua bagian dari episodic memory dapat menjadi bagian dari autobiographical memory. Hanya memori yang mempunya arti tersendiri yang bisa masuk dalam bagian memori ini.

Interaksi sosial, Budaya, dan Memori
Interaksi sosial tidak hanya membantu anak-anak dalam mengingat, tetapi juga menjadi kunci dalam pembentukan informasi. Berdasarkan teori sosiokultural dari Vygotsky, anak-anak membentuk autobiographical memory melalui percakapan dengan orang dewasa tentang berbagai kejadian.
Budaya mempengaruhi apa yang anak pikirkan tentang sebuah pengalaman dan bagaimana cara orang tua mereka mengkomunikasikannya dengan mereka.


Tidak ada komentar: