Minggu, 17 Maret 2013

Operant Conditioning


Materi  : Operant Conditioning


Contoh Kasus
Positive Reinforcement
Salah satu kasus penguatan positif dari kehidupan saya sehari-hari adalah ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ketika itu setiap akhir semesternya selalu dibagikan rapor dan dari sana dapat dilihat hasil studi kita selama ini. Orang tua saya menjanjikan saya akan membeli apapun barang yang saya inginkan dari awal jika nilai di rapor saya bagus dan saya naik kelas. Pada waktu itu saya ingin minta dibelikan sepeda. Orang tua saya mensyaratkan supaya nilai saya bagus dulu baru mendapatkan sepeda. Dari pernyataan orang tua saya, demi untuk mendapatkan sepeda maka saya rajin belajar hingga nilai saya bagus, serta mendapat ranking. Pada akhirnya, orang tua saya pun membelikan sepeda. Begitu hal tersebut terus-menerus terjadi ketika saya mendapat hasil yang bagus pada rapr saya dan orang tua saya menepati janjinya.
Reinforcement positifnya: reward berupa barang yang diinginkan.

Negative Reinforcement
Salah satu kasus penguatan negatif dalam kehidupan sehari-hari saya adalah ketika saya masih sekolah dan selalu berada di rumah setiap pulang sekolah. Tiap sore jika saya tidak ada kegiatan, saya pasti selalu disuruh untuk mencuci piring oleh ibu saya. Kalau tidak saya lakukan atau saya kelamaan melakukannya, saya akan kena marah dan cerewetan ibu saya. Karena itu untuk menghindari cerewetan ibu saya, saya selalu mencuci piring ketika sempat sebelum disuruh.
Reinforcement negatifnya: mencuci piring sebelum disuruh.

Hukuman Positif
Salah satu kasus hukuman positif dalam kehidupan sehari-hari saya adalah ketika saya berkelahi dengan adik saya waktu kecil. Dimana saat itu saya tidak menyukai adik saya yang selalu mengikuti kemanapun saya pergi. Hingga sampai saya kesal dan akhirnya saya mencubit adik saya sampai menangis. Karena adik saya menangis sangat keras, maka tangisannya terdengar oleh ibu saya. Seketika itu juga ibu saya langsung menghampiri kami dan menanyakan apa yang terjadi. Adik saya menceritakannya dan sebagai hukumannya saya dikurung di dalam kamar selama beberapa jam. Setelah saya mendapat hukuman itu, saya tidak melakukan kekerasan pada adik saya lagi.
Hukuman positifnya: dikurung di dalam kamar selama beberapa jam.

Hukuman Negatif
Salah satu kasus hukuman negatif dalam kehidupan sehari-hari saya adalah ketika saya masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat itu saya diberikan hp yang dikatakan orang tua hanya boleh digunakan untuk menghubungi teman kalau penting. Saat itu, saya merasa senang ketika punya hp untuk pertama kali, sampai-sampai karena hp itu saya menjadi malas belajar karena asik sms-an dengan teman-teman saya. Hingga saat penerimaan rapor, nilai saya turun dan tidak bagus. Orang tua saya pun kecewa, dan menghukum saya dengan menahan hp saya sampai di semester berikutnya nilai saya bisa bagus lagi, maka hp tersebut bisa dikembalikan.
Hukuman negatifnya: menahan hp sampai disemester berikutnya nilainya bisa bagus lagi.

Personal Notes

Dalam pembahasan tentang operan conditioning ini saya sudah cukup mengerti. Termasuk dalam hal defenisi, macam-macamnya, dan contoh-contohnya. Sehingga dalam membuat contoh kasus juga saya tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti.
Selama di dalam kelas juga saya cukup mengerti dengan penjelasan yang disampaikan oleh kelompok penyaji apalagi materi ini sebelumnya telah dibahas sebagian di semester 1 pada mata kuliah PUM 1. Penjelasan tambahan yang diberikan dosen dikelas juga semakin memberikan saya pemahaman yang lebih dalam operant conditioning ini.


Tidak ada komentar: